Friday, December 13, 2013

Tips Agar Tidak Tertipu Saat Membeli Berlian

Jakarta – Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar tidak tertipu saat membeli berlian. Beberapa hal tersebut mulai dari sertifikat berlian hingga di mana sebaiknya membeli berlian.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, dalam membeli berlian empat hal yang pertama kali perlu diperhatikan adalah 4 C (Color, Clarity, Cut dan Carat). Semakin tinggi skala dari 4 C tersebut, maka makin tinggi harga berlian.
Ada lembaga yang menentukan skala dari color dan clarity berlian. Lembaga yang paling umum dipakai penjual dan pembeli berlian di seluruh dunia adalah The Gemological Institute of America (GIA). Selain GIA, ada juga lembaga di Indonesia yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk berlian tersebut yaitu Adamas Gemological Laboratory of Indonesia (AGL ).
GIA dan AGL biasanya hanya mengeluarkan sertifikat untuk berlian-berlian di atas satu karat. Hal itu karena pembuatan sertifikat cukup mahal. Untuk berlian 1 karat harga sertifikat yang dikeluarkan GIA, sekitar US$ 100. Sedangkan AGL biaya pembuatan sertifikatnya Rp 1 juta.
“Sertifikat yang dikeluarkan AGL ini akan diakui secara internasional, sehingga Anda dapat dengan mudah menjual kembali berlian di mana saja di seluruh dunia dengan menunjukkan bukti sertifikat tersebut,” begitu ditulis AGL dalam situs resminya.
Selain keberadaan sertifikat, yang juga perlu Anda cermati saat membeli berlian adalah harganya. Standar harga berlian bisa Anda lihat dalam situs Rapaport. Situs tersebut menyediakan standar harga berlian di seluruh dunia.
Menurut Indah Ludina, salah seorang penjual berlian yang sudah berpengalaman selama 10 tahun, untuk sistem penjualan berlian biasanya berdasarkan satu mata utuh. “Misalnya satu karat utuh harganya Rp 90 juta. Tapi ketika sudah dipecah-pecah menjadi butiran berlian kecil yang jika ditotal satu karat, harganya menjadi lebih murah, misalnya menjadi Rp 60 juta,” jelas Indah saat ditemui wolipop di Apartemen Slipi, Jakarta Barat, Senin (23/4/2012).
Di mana sebaiknya membeli berlian? Indah menyarankan jika ingin membeli berlian belilah di tempat yang sudah terpercaya. Sebaiknya juga jangan hanya datang ke satu toko.
“Di Cikini sudah banyak toko yang bagus. Tapi masih banyak yang rangka lokal. Kalau mau di mall, di Taman Anggrek dan Plaza Senayan,” jelasnya.
(eny/hst)

Cara Menentukan Kualitas Berlian

KOMPAS.com – Berlian menjadi salah satu barang tersier berharga yang bisa dimiliki seseorang. Jika menyimpannya sebagai investasi di masa mendatang, nilainya akan terus menanjak. Maklum, berlian termasuk barang langka dan mahal karena tidak mudah untuk menambangnya. Tidak heran calon investor perlu mengenali berlian lebih jauh untuk mendapatkan kualitas terbaik sebagai investasi.
Dari satu berlian mentah yang diperoleh dari penambangan, hanya 40 persennya yang dinyatakan berkualitas tanpa banyak sidik jari dan dinilai bisa digunakan. Sedangkan 60 persennya terbuang atau dibuat sebagai piring pengasah berlian. Sidik jari alam merupakan istilah lain dari kondisi berlian yang kurang sempurna. Bahasa awamnya adalah berlian yang cacat. Namun berlian termasuk logam mulia mewah yang bernilai tinggi. Proses pembuatannya dan asalnya yang dari tanah dengan kedalaman ratusan meter, membuat berlian mengandung sidik jari alam di dalam dan bukan di permukaannya.
Lantas faktor apa saja yang menentukan kualitas dan harga sebuah berlian?
Tanya AS Permato AJP dari Frank & Co menjelaskan empat faktor yang disebut “4C”, ditambah 1C menjadi penentunya.
1. Color
Warna berlian terbaik adalah transparan atau dalam ukuran mutu warna taraf internasional termasuk warna D. Dalam ukuran dunia, warna berlian dimulai dari urutan alfabet D berwarna putih bening (transparan) adalah yang terbaik, menurun hingga ke Z dengan warna kuning terang.
“Memang cukup sulit membandingkan kualitas warna berlian, karenanya dibutuhkan penjelasan yang tepat tentang warna sebelum membelinya,” kata Tanya.
Jikapun ada berlian yang disebut fancy yellow diamond, ini bukan berlian kuning yang berkualitas lebih rendah. Justru, kata Tanya, berlian jenis ini sangat langka karena memiliki warna asli yang ditemukan saat penambangan. Selain kuning, terdapat juga berlian langka berwarna pink, biru, atau hijau. Berlian ini tak ada patokan harga dan bisa naik setinggi-tingginya. Berlian inilah yang dipilih Pangeran Charles saat meminang Putri Diana.
Menurut Tanya, tren dua tahun ke depan, berlian dengan skala warna F akan tetap stabil dan diminati pasar.
2. Clarity
Kejernihan berlian menentukan harga. Semakin sedikit sidik jari alam, nilai berlian semakin tinggi. Agak sulit untuk medeteksinya, karenanya dibutuhkan lensa dengan pembesaran 10 kali (tidak boleh lebih) untuk melihatnya. Ketelitian investor diperlukan untuk melihat kejernihan berlian.
Tanya menjelaskan terdapat lima kelas kejernihan dari tingkat tertinggi ke terendah:
* FL (Flawless) – IF (Internally Flawless)
* VVS1 – VVS2 (very, very slightly included)
* VS1 – VS2 (very slightly included)
* SI1 – Si3 (slightly included)
* I1 – I3 (included)
3. Carat
Karat diartikan sebagai pengukuran berat. Satu karat sama dengan 200 miligram (0,2 gram) atau 100points. Sebaiknya, Tanya menjelaskan, pilih berlian di atas 0,7 gram untuk investasi.
4. Cut
Yang dimaksud potongan di antaranya bulat, marquise, pear shape, dan lainnya. Ukuran cutting harus proporsional untuk menghasilkan kualitas terbaik dan agar menghasilkan kilau. Berlian dengan kualitas terbaik adalah yang memantulkan cahaya, bukan memancarkan cahaya. Pantulan yang sempurna dipengaruhi bentuk potongannya.
Selain 4C dibutuhkan satu lagi C, yakni Certification. Sertifikat dari Gemological Institute of America (GIA) menjadi lembaga sertifikasi yang terpercaya di pasar internasional, selain lembaga lain seperti HRD atau AGS.
Di dalam sertifikat ini terdapat nomor register, dan berbagai informasi utama tentang berlian seperti bentuk,cutting style, ukuran dan faktor 4C tadi. Informasi dalam sertifikat ini akan menentukan nilai berlian Anda nantinya. Dengan bukti terpercaya, investasi berlian akan lebih aman dan bernilai tinggi.